• Pertolongan Pertama Luka Terbuka

    Istirahatkan - Lindungi - Tutupi - Tinggikan

  • Manual Handling

    Aktivitas yang menggunakan tenaga

  • Pertolongan Pertama Mimisan

    Biasanya terjadi karena pecahnya pembuluh darah di dalam hidung

  • Pertolongan Pertama Orang Pingsan

    Kehilangan kesadaran sesaat karena berkurangnya aliran ke otak.

  • Merokok

    Teruskan atau Hentikan

  • Petolongan Pertama Serangan Jantung

    Terjadi karena adanya sumbatan pembuluh darah dari jantung.

  • Pertolongan Pertama Stroke

    Bisa  terjadi karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak

  • Pertolongan Pertama Tersedak

    Minta izin untuk melakukan pertolongan

  • Pertolongan Pertama Luka Memar dan Terkilir

    Istirahatkan - Tinggikan - Tekan - Kompres Es

ARTIKEL

Sick Building Syndrome


Jika anda bekerja di perkantoran  mengeluh sering merasa sesak napas, mata, hidung dan tenggorokan perih, sakit kepala, pusing, kulit kering dan gatal, sulit konsentrasi, mudah lelah dan semua keluhan tersebut hilang saat anda meninggalkan kantor, kemungkinan anda mengalami Sick Building Syndrome.

Sick building syndrome adalah sekumpulan gejala yang timbul saat seseorang bekerja dalam suatu ruangan tetapi tidak bisa dijelaskan dengan pasti apa penyebabnya, keluhan bisa timbul di satu area tertentu atau diseluruh gedung dan gejala tsb hilang saat pekerja meninggalkan gedung tempat kerjanya.Sick building sydrome umumnya terjadi diperkantoran yang berada di gedung-gedung tinggi.

Penyebab Sick building sydrometidak bisa ditentukan secara pasti, tetapi kombinasi dari beberapa faktor seperti suhu dan kelembaban yang tidak adekuat serta pencahayaan yang berlebihan atau kurang bisa berperan menimbulkan Sick Building Syndrome. Selain itu faktor-faktor berikut juga potensial menimbulkan Sick Building Syndrome : 

  • Kontaminan kimia dari luar ruangan : asap knalpot kendaraan, asap pembakaran dari dapur,
  • Kontaminan kimia dari dalam ruangan : berasal dari peralatan dan bahan-bahan yang ada dalam gedung seperti karpet, lem dan pelapis mejadan kursi kerja, bahan pembersih, pestisida, asap rokok, mesin fotocopy, printer.
  • Kontaminan biologi : pollen, jamur, spora, bakteri bisa tersembunyi di karpet, gorden, digenangan air AC,saluran air. Kontaminan biologi bisa menimbulkan demam, dada sesak, batuk, nyeri otot dan reaksi alergi. Bakteri Legionella yang berbiak didalam air AC bisa menimbulkan Demam Pontiac dan penyakit Legionairre.
  • Ventilasi yang tidak adekuat berkaitan dengan rendahnya velocity atau kecepatan aliran udara didalam ruangan. Velocity yang kurang akan menyebabkan ruangan terasa pengap karena sirkulasi udara segar ke dalam ruangan kurang.

 Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi Sick Building Syndrome ? 

  • Lakukan pengukuran Indoor Air Quality untuk memastikan kualitas udara dalam ruangan.
  • Perbaiki sistem ventilasi
  • Hilangkan atau pindahkan sumber kontaminan, misalkan : dilarang merokok dalam ruang kerja, gunakan bahan-bahan pembersih ruangan di hari libur sehingga saat karyawan kembali bekerja kadar bahan pembersih udara sudah turun, simpan bahan-bahan mudah menguap dalam wadah tertutup rapat, dst

 Sumber : www.nsc.org


(dr. Lelitasari, MKK)